5 Dosa Investasi yang Dilakukan 90% Masyarakat Indonesia

Punya kesadaran berinvestasi ? Bagus sekali! Namun, jangan sampai Anda melakukan 5 dosa investasi di bawah ini karena jika Anda melakukannya, bukannya mendapat keuntungan, yang ada malah financial disaster berkepanjangan. 🙂

Dosa #1. Mengajukan pertanyaan, “Investasi apa yang lagi bagus sekarang ?”

Saya banyak mendapatkan pertanyaan dari rekan, kerabat, dan juga klien saya, “Investasi apa yang lagi bagus sekarang ?” Jujur saja, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling menyebalkan karena orang yang mengajukan pertanyaan seperti ini tidak memahami arti kata dari investasi itu sendiri. Sedihnya, 90% orang umumnya mengajukan pertanyaan ini dan mungkin termasuk Anda yang membaca artikel ini. Segeralah bertobat! 🙂

Kebanyakan orang ketika punya sejumlah uang (baca : uang nganggur) mulai berpikir enaknya uangnya saya taroh di mana ya? Lalu mulailah dia bertanya kiri kanan dan mencari tahu ke sana kemari sambil mencari investasi yang “lagi bagus”. Kalau Anda terus mencari investasi yang “lagi bagus’ sebenarnya Anda bukan berinvestasi melainkan berspekulasi.

Definisi investasi adalah berharap mendapat keuntungan di masa depan. Artinya, Anda harus menunggu untuk mendapatkan keuntungan. Memang, menunggu itu tidak menyenangkan, makanya ketika Anda menginvestasikan uang Anda, lupakanlah uang itu sampai jangka waktu yang telah Anda tentukan sebelumnya. Supaya Anda tidak berharap-harap cemas atas hasil investasi Anda, Anda perlu membuat tujuan keuangan dengan pendekatan goal based investing karena metode ini adalah metode investasi yang paling cocok untuk semua orang dan yang jelas ‘stress free’. 

Dosa #2. Mencari Investasi yang returnnya paling tinggi

Dosa kedua ini sebelas dua belas dengan dosa#1 karena biasanya orang akan bertanya “Investasi apa yang lagi bagus sekarang dan returnnya paling tinggi?”. Semua orang tentunya menginginkan hal ini tetapi sayangnya tidak ada yang pernah tahu pasti kapan sebuah instrumen investasi mencapai return tertingginya dan ujungnya-ujungnya menjadi “penantian tiada akhir” dan malah Anda tidak jadi berinvestasi.

Dibandingkan Anda mencari investasi dengan return yang tertinggi, seharusnya Anda membuat daftar tujuan-tujuan keuangan Anda di masa depan mulai dari jangka pendek, menengah, dan panjang dan baru menentukan instrumen investasi apa yang ingin digunakan untuk masing-masing tujuan tersebut. Hasilnya… tujuan keuangan Anda akan tercapai tanpa Anda harus stress memikirkan naik turunnya investasi Anda.

Dosa #3. Mencari Investasi yang pasti untung dan DIJAMIN

Ingat dua kata penting dari definisi investasi yakni BERHARAP dan MASA DEPAN. Jadi kalau ada yang menawarkan investasi dengan hasil PASTI dan DIJAMIN, maka Anda harus berhati-hati. Sebuah produk dikatakan produk investasi apabila ada fluktuasi nilai dari produk tersebut dan jelas tidak ada investasi yang PASTI dan DIJAMIN. If something is too good to be true, it’s usually not true.

Dosa #4. Bisa beli tapi tidak tahu kapan menjualnya

Sebagian dari Anda mungkin mengambil keputusan investasi berdasarkan ajakan teman, kerabat, atau saudara. Perilaku ini dikenal dengan istilah herd mentality atau bahasa gampangnya adalah ikut-ikutan.  Ingat bahwa uang yang Anda investasikan adalah uang hasil jerih payah Anda dan jangan hanya mengambil keputusan investasi atas dasar ikut-ikutan. Langkahnya yakni tentukan dulu tujuan keuangan Anda, hitung target nominal dan jangka waktunya, baru setelah itu Anda tentukan produk investasinya apakah sesuai atau tidak. Belum tentu produk investasi yang cocok untuk orang lain, cocok dengan Anda. Metode paling mudah untuk berinvestasi bagi orang awam adalah dengan menggunakan metode goal based investing.

Dosa#5. Bertanya kepada orang yang salah

Selama ini kita tidak pernah diajarkan mengenai manajemen pengelolaan uang baik dari bangku sekolah, kuliah, apalagi di tempat kerja. Dan biasanya kita semua mendapatkan ilmu pengelolaan uang dari orang-orang di sekitar kita. Hati-hati dalam meminta petunjuk keuangan.

Bertanya kepada orang yang salah akan menghasilkan rekomendasi yang salah yang pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap kehidupan keuangan Anda dan keluarga. Carilah mentor keuangan dan komunitas yang membuat Anda bertumbuh dan teruslah belajar agar pemahaman Anda tentang uang semakin tajam lagi. Orang pintar belajar dari pengalaman sendiri sedangkan orang bijak banyak belajar dari pengalaman banyak orang. Be wise and be smart!

 

error: Content is protected !!