Artikel Asuransi : 4 Prioritas Manajemen Risiko Melalui Asuransi (Bagian I)

artikel asuransi

download mp3

TIPS: Anda bisa membaca artikel asuransi (Bagian I) ini sambil mendengarkan kami membacakannya untuk Anda agar Anda memperoleh manfaat pembelajaran yang maksimal. Gunakan MP3 player di bawah ini :

Artikel asuransi kali ini akan memperkenalkan kepada Anda mengenai fungsi asuransi yang sebenarnya serta skala prioritas manajemen risiko melalui asuransi. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda memahami skala prioritas dalam manajemen risiko dan menentukan apakah Anda membutuhkan asuransi atau tidak.

Di negara-negara maju, mayoritas penduduknya telah menyadari bahwa asuransi sangat diperlukan untuk keperluan manajemen risiko. Contohnya di Singapura, seseorang biasanya memiliki lebih dari satu polis asuransi dan terus bertambah seiring dengan peningkatan taraf hidupnya. Hal ini adalah sesuatu yang umum di sana karena mereka telah memahami fungsi asuransi sebagai manajemen risiko.

Asuransi di Indonesia

Di Indonesia, hal yang terjadi sangatlah bertolak belakang. Kata asuransi seakan-akan menjadi momok tersendiri bagi kebanyakan orang. Begitu mendengar kata asuransi, orang-orang langsung menanggapinya secara ‘negatif’. Hal ini bisa dimaklumi karena masyarakat Indonesia belum paham benar apa fungsi asuransi sebenarnya. Ditambah lagi, banyak sekali ‘ulah nakal’ dari para agen penjual yang menambah citra negatif asuransi di Indonesia. Contoh ‘ulah nakal’ yang mengandung unsur kesengajaan misalnya beberapa kasus di masa lalu, Anda mungkin sering mendengar agen – agen penjual yang membawa ‘kabur’ uang premi nasabahnya.

Di samping itu, banyak juga agen penjual yang menawarkan asuransi dengan iming-iming investasi dan mengatakan bahwa ‘asuransi’ nya hanyalah pemanis saja. Ini adalah pengalaman pribadi saya. Herannya lagi, orang yang menawarkan adalah perwakilan dari salah satu bank asing terbesar di Indonesia. Yang lebih lucu lagi, ada seorang teman yang bertanya kepada saya mengenai produk semacam ini. Ia justru mengira, asuransi yang ada dalam produk tersebut berfungsi untuk melindungi investasinya. Ia mengira, investasinya ini tidak mungkin rugi, karena ada asuransinya. Kedengarannya lucu sekali, tetapi inilah fakta yang terjadi di sekitar kita. Ini menunjukkan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai produk – produk keuangan.

Saya juga pernah mendapatkan broadcast Blackberry Messenger yang menawarkan produk investasi yang berbalut asuransi dan sang agen penjual mengatakan bahwa investasinya memiliki return di atas deposito dan katanya DIJAMIN. Kedengarannya, produk ini adalah produk yang sungguh luar biasa! Tapi, apakah benar dijamin ? Mungkin Anda juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang saya alami.

Hal – hal seperti ini tentunya menimbulkan kebingungan di antara para nasabah, apakah asuransi merupakan instrumen investasi atau proteksi ? Sudah menjadi tanggung jawab Anda sendiri untuk menjadi nasabah yang cerdas karena masa depan kehidupan keuangan Anda berada di tangan Anda sendiri. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda menjadi lebih cerdas dan dapat berpikir jernih sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk keuangan.

Topik mengenai asuransi merupakan topik yang cukup kompleks untuk dibahas. Kami akan membagi topik ini menjadi beberapa artikel karena banyak sekali hal yang perlu Anda pahami agar Anda benar-benar mendapatkan manfaat dan proteksi yang maksimal dalam kehidupan keuangan Anda.

Sebelum membaca artikel asuransi ini, pastikan Anda telah membaca artikel mengenai rencana keuangan keluarga. Mohon baca poin no. 3 mengenai manajemen risiko.

Asuransi Sangatlah Penting. Jadi, Pahamilah!

Mari kita sadari bersama bahwa manajemen risiko adalah hal WAJIB yang harus dilakukan dalam kehidupan finansial Anda. Risiko terbagi menjadi dua, yaitu risiko jangka pendek dan risiko jangka panjang. Sekali lagi, Anda dapat mengelola risiko jangka pendek dengan menyiapkan dana darurat yang cukup.

Untuk mengelola risiko jangka panjang yang dampak kerugiannya SANGAT BESAR, Anda bisa menggunakan asuransi. Sebenarnya belum tentu Anda membutuhkan asuransi karena Anda memiliki dua pilihan :

  • I. Pilihan pertama yakni menanggung risiko jangka panjang tersebut, yang artinya Anda siap menanggung sendiri jika risiko itu datang di masa depan. Risiko jangka panjang yang saya maksud bisa Anda baca di artikel mengenai rencana keuangan keluarga, silahkan baca poin no.3. Menanggung risiko di sini artinya bisa saja dengan menjual aset-aset yang telah dikumpulkan dengan susah payah saat ini, untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi di masa depan. Bila seseorang memilih pilihan pertama ini, tentunya ia tidak perlu memiliki asuransi. Konsekuensinya, suatu hari orang tersebut harus siap untuk menjual aset-aset yang telah dikumpulkannya dengan susah payah jika risiko ini muncul di masa depan. Baiklah, misalnya orang ini memilih pilihan pertama. Jika pilihan ini dipilih pun, masih muncul masalah berikutnya, yakni belum tentu aset-aset yang telah dikumpulkannya saat ini, cukup untuk membiayai risiko-risiko yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Bila dana yang terkumpul belum cukup di saat risiko datang, besar kemungkinan dirinya harus meminjam sejumlah biaya tambahan dari pihak lain (keluarga, teman, dsb) yang tentunya akan semakin membebani keadaan keuangannya di masa depan.
  • II. Pilihan kedua yakni mengalihkan risiko tersebut ke pihak yang mau menanggungnya. Nah, di sinilah fungsi dari asuransi. Pihak yang mau menanggung kerugian tersebut disebut perusahaan asuransi. Agar perusahaan asuransi mau menanggung kerugian yang mungkin terjadi di masa depan, Anda wajib membayar sejumlah biaya yang Anda kenal dengan nama premi asuransi. Pilihan kedua (mengalihkan risiko) ini adalah pilihan yang paling bijak apabila Anda memiliki mimpi untuk meraih kebebasan finansial di masa depan. Dengan memilih pilihan kedua ini, artinya Anda telah mengelola risiko yang mungkin saja terjadi di masa depan.

Ilustrasi Uang Kecil Membeli Uang Besar

Ada beberapa istilah penting yang wajib Anda ketahui mengenai asuransi, yaitu :

  • Polis asuransi : dokumen yang memuat perjanjian asuransi antara penanggung (perusahaan asuransi) dengan tertanggung (Anda sebagai pemegang polis).
  • Uang Pertanggungan (UP) : nominal uang yang dicantumkan dalam polis asuransi yang akan dibayarkan oleh penanggung (perusahaan asuransi) kepada tertanggung. Tertanggung bisa saja si pemegang polis (Anda) atau orang lain yang ditunjuk oleh pemegang polis, misalnya seorang ayah yang membeli asuransi untuk istrinya atau anaknya.
  • Premi asuransi : sejumlah uang yang tercantum dalam polis yang disetujui oleh tertanggung (pemegang polis) untuk dibayarkan kepada penanggung (perusahaan asuransi) sesuai dengan perjanjian. Setiap perusahaan asuransi memiliki rumus/aturan tersendiri dalam menghitung premi asuransi.

Perusahaan akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti umur tertanggung, riwayat penyakit, kemampuan ekonomi, rata-rata usia harapan hidup suatu negara, dan masih banyak lagi faktor yang dipertimbangkan.

Yang jelas, Anda tidak dapat menghitung sendiri premi yang wajib Anda bayarkan untuk sejumlah Uang Pertanggungan tertentu. Untuk itu, biasanya sebelum Anda membeli asuransi dari perusahaan tertentu, Anda diberikan proposal awal yang isinya adalah manfaat yang Anda terima serta berapa besar jumlah premi yang harus Anda bayarkan secara berkala.

Dengan membayar premi asuransi, artinya Anda menggunakan uang kecil untuk membeli uang besar. Dengan membayarkan premi (uang kecil), Anda memiliki hak untuk mendapatkan sejumlah uang besar di masa yang akan datang apabila terjadi risiko di masa depan. Ingat, dengan membayar uang kecil ini, Anda berhak menerima uang besar kapanpun risiko itu datang. Jadi, asuransi ini sifatnya ready cash (dana tunai yang selalu siap sedia).

Berikut adalah ilustrasi mengenai apa yang dimaksud dengan ready cash : Misalnya, seseorang memiliki asuransi penyakit kritis dengan Uang Pertanggungan (UP) 1 Milyar rupiah. Ia baru membayar premi selama 3 tahun. Kalau dihitung-hitung, selama 3 tahun itu, premi yang ia bayarkan baru sejumlah 20 juta rupiah. Tiba-tiba, orang tersebut divonis menderita kanker. Penyakit ini membutuhkan perawatan kemoterapi yang tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar. Nah, ketika orang tersebut terdeteksi kanker, uang pertanggungan yang tercantum di polis asuransi yang telah dibelinya dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada dirinya sehingga ia mendapatkan uang sebesar 1 milyar sesuai perjanjian yang ada di polis asuransi.

Apabila orang tersebut tidak memiliki asuransi penyakit kritis dan hanya menabung dengan cara biasa, tentunya dirinya hanya memiliki uang sebesar 20 juta rupiah saja dari tabungannya sehingga terpaksa menjual aset-asetnya dan belum tentu aset-asetnya cukup untuk membiayai pengobatannya. Perawatan untuk penyakit-penyakit seperti ini membutuhkan biaya milyaran rupiah, apalagi jika harus berobat ke luar negeri karena di Indonesia belum ada teknologi yang memadai. Jika hal tersebut yang terjadi, bisa saja jumlahnya mencapai belasan atau puluhan milyar rupiah.

Apabila orang yang baru saja saya ceritakan tidak memiliki asuransi, ia terpaksa harus menjual aset-asetnya dan bila asetnya tidak cukup, ia harus meminjam uang dari orang-orang sekitarnya yang tentunya akan semakin membebani arus kasnya di masa depan.

Jadi, Anda harus sadari terlebih dahulu bahwa premi asuransi adalah suatu PENGELUARAN yang wajib Anda keluarkan setiap bulannya, apabila Anda memilih untuk mengalihkan risiko jangka panjang yang mungkin terjadi di masa depan kepada pihak lain, yang dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Premi asuransi bukanlah investasi, melainkan PENGELUARAN/KEWAJIBAN untuk mengelola risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

<<Silahkan lanjutkan membaca BAGIAN II dari artikel ini dengan klik di sini.>>

Jika Anda ingin aman secara finansial, sudah menjadi tugas Anda untuk terus meningkatkan financial IQ Anda.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, Jangan lupa berikan komentar positif Anda di kotak komentar yang telah disediakan!

Download GRATIS Audio MP3 & eBook

"2 Rahasia Perencanaan Keuangan Menuju Kebebasan Finansial!"

Data Anda aman dan tidak akan disebarluaskan!